Boleh bunda. Sy copaskan kisah yg hampir sama dg kisah bunda ya. Ini mengisahkan tntg seorang shohabiyah nabi yg shalihah n tegar, yaitu Rumaysho, atau yg lebih dikenal dg sebutan Ummu Sulaim.
Berikut adalah kisah Ummu Sulaim
(nama asli: Rumaysho atau Rumaisa) yang menakjubkan di mana ia begitu
bersabar saat ditinggal mati anaknya.
Lihat kisah ini dan gali pelajaran
menarik di dalamnya.
– ﻪﻨﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﺿﺭ – ٍﻚِﻟﺎَﻣ ِﻦْﺑ ِﺲَﻧَﺃ ْﻦَﻋ ، ﻰِﻜَﺘْﺸَﻳ َﺔَﺤْﻠَﻃ ﻰِﺑَﻷ ٌﻦْﺑﺍ َﻥﺎَﻛ َﻝﺎَﻗ ﺎَّﻤَﻠَﻓ ُّﻰِﺒَّﺼﻟﺍ َﺾِﺒُﻘَﻓ ، َﺔَﺤْﻠَﻃ ﻮُﺑَﺃ َﺝَﺮَﺨَﻓ ْﺖَﻟﺎَﻗ ﻰِﻨْﺑﺍ َﻞَﻌَﻓ ﺎَﻣ َﻝﺎَﻗ َﺔَﺤْﻠَﻃ ﻮُﺑَﺃ َﻊَﺟَﺭ ْﺖَﺑَّﺮَﻘَﻓ . َﻥﺎَﻛ ﺎَﻣ ُﻦَﻜْﺳَﺃ َﻮُﻫ ٍﻢْﻴَﻠُﺳ ُّﻡُﺃ ، ﺎَﻬْﻨِﻣ َﺏﺎَﺻَﺃ َّﻢُﺛ ، ﻰَّﺸَﻌَﺘَﻓ َﺀﺎَﺸَﻌْﻟﺍ ِﻪْﻴَﻟِﺇ َﺢَﺒْﺻَﺃ ﺎَّﻤَﻠَﻓ . َّﻰِﺒَّﺼﻟﺍ ِﺭﺍَﻭ ْﺖَﻟﺎَﻗ َﻍَﺮَﻓ ﺎَّﻤَﻠَﻓ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ – ِﻪَّﻠﻟﺍ َﻝﻮُﺳَﺭ ﻰَﺗَﺃ َﺔَﺤْﻠَﻃ ﻮُﺑَﺃ َﻝﺎَﻘَﻓ ُﻩَﺮَﺒْﺧَﺄَﻓ – ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ » ُﻢُﺘْﺳَﺮْﻋَﺃ َﺔَﻠْﻴَّﻠﻟﺍ « َﻝﺎَﻗ . ْﻢَﻌَﻧ َﻝﺎَﻗ . » ْﻙِﺭﺎَﺑ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ ﺎَﻤُﻬَﻟ « ﻮُﺑَﺃ ﻰِﻟ َﻝﺎَﻗ ﺎًﻣَﻼُﻏ ْﺕَﺪَﻟَﻮَﻓ . – َّﻰِﺒَّﻨﻟﺍ ِﻪِﺑ َﻰِﺗْﺄَﺗ ﻰَّﺘَﺣ ُﻪْﻈَﻔْﺣﺍ َﺔَﺤْﻠَﻃ – َّﻰِﺒَّﻨﻟﺍ ِﻪِﺑ ﻰَﺗَﺄَﻓ – ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ُﻪَﻌَﻣ ْﺖَﻠَﺳْﺭَﺃَﻭ – ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ – ُّﻰِﺒَّﻨﻟﺍ ُﻩَﺬَﺧَﺄَﻓ ، ٍﺕﺍَﺮَﻤَﺘِﺑ َﻝﺎَﻘَﻓ – ﻢﻠﺳﻭ » ٌﺀْﻰَﺷ ُﻪَﻌَﻣَﺃ « ﺍﻮُﻟﺎَﻗ . ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ – ُّﻰِﺒَّﻨﻟﺍ ﺎَﻫَﺬَﺧَﺄَﻓ . ٌﺕﺍَﺮَﻤَﺗ ْﻢَﻌَﻧ ْﻦِﻣ َﺬَﺧَﺃ َّﻢُﺛ ، ﺎَﻬَﻐَﻀَﻤَﻓ – ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ُﻪَﻜَّﻨَﺣَﻭ ، ِّﻰِﺒَّﺼﻟﺍ ﻰِﻓ ﻰِﻓ ﺎَﻬَﻠَﻌَﺠَﻓ ِﻪﻴِﻓ . ِﻪَّﻠﻟﺍ َﺪْﺒَﻋ ُﻩﺎَّﻤَﺳَﻭ ، ِﻪِﺑ
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
ia berkata bahwa putera Abu Tholhah
sakit. Ketika itu Abu Tholhah keluar,
lalu puteranya tersebut meninggal
dunia. Ketika Abu Tholhah kembali, ia
berkata, “Apa yang dilakukan oleh puteraku?” Istrinya (Ummu Sulaim)
malah menjawab, “Ia sedang dalam
keadaan tenang.” Ketika itu, Ummu
Sulaim pun mengeluarkan makan malam
untuk suaminya, ia pun menyantapnya.
Kemudian setelah itu Abu Tholhah menyetubuhi istrinya. Ketika telah
selesai memenuhi hajatnya, istrinya
mengatakan kabar meninggalnya
puteranya. Tatkala tiba pagi hari, Abu
Tholhah mendatangi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan tentang hal
itu. Rasulullah pun bertanya, “Apakah
malam kalian tersebut seperti berada
di malam pertama?” Abu Tholhah
menjawab, “Iya.” Beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam lalu mendo’akan, “Allahumma baarik lahumaa, Ya Allah
berkahilah mereka berdua.” Dari hubungan mereka tersebut
lahirlah seorang anak laki-laki. Anas
berkata bahwa Abu Tholhah berkata
padanya, “Jagalah dia sampai engkau
mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam dengannya.” Anas pun membawa anak tersebut kepada Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam. Ummu Sulaim juga
menitipkan membawa beberapa butir
kurma bersama bayi tersebut.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu
mengambil anak tersebut lantas berkata, “Apakah ada sesuatu yang
dibawa dengan bayi ini?” Mereka
berkata, “Iya, ada beberapa butir
kurma.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam mengambilnya dan
mengunyahnya. Kemudian beliau ambil hasil kunyahan tersebut dari mulutnya,
lalu meletakkannya di mulut bayi
tersebut. Beliau melakukan tahnik
dengan meletakkan kunyahan itu di
langit-langit mulut bayi. Beliau pun
menamakan anak tersebut dengan ‘Abdullah. (HR. Bukhari no. 5470 dan
Muslim no. 2144).