Kenali Penyebab Bayi yang Tidak Berkembang
Kenali penyebab terjadinya janin yang tidak
berkembang sehingga anda dapat waspada untuk
menurunkan resikonya, berikut adalah penyebab yang
beragam terhadap janin yang tidak berkembang :
1. Genetik. Sumber utama terjadinya janin yang tidak
berkembang adalah faktor genetik. Meskipun
bukan faktor keturunan yang berhubungan dengan
riwayat keluarga melainkan merupakan faktor
sperma atau sel telur yang tidak baik sehingga
perkembangannya tidak prima. Hal ini dapat
mengarah pada blighted ovum (kehamilan
kosong) yang dapat terjadi berulang ulang.
Sehingga penting untuk memperhatikan kuantitas
dan kualitas sperma dan sel telur. Penyebab dari
kualitas dari sel telur dan kualitas sperma dapat
bermacam macam tidak dapat dipastikan dengan
pasti, apakah pengaruh dari infeksi atau pengaruh
lainnya. Gangguan tersebut dapat terjadi semenjak
kelahiran sehingga sulit untuk dilakukan
pencegahannya.
2. Infeksi Torch. Janin yang tidak berkembang dapat
pula disebabkan karena adanya infeksi oleh
mikrooganisme seperti Cito Megalo Virus (CMV),
Rubella atau Toksoplasma bahkan herpes simplex
I dan simplek II yang dapat menyerang imunitas di
dalam tubuh. Sehingga penting untuk anda yang
akan merencanakan kehamilan untuk melakukan
pemeriksaan agar kondisi ibu membaik.
Sedangkan apabila ibu hamil diketahui mengalami
infeksi ketika sedang hamil maka akan dilakukan
terapi semasa kehamilan. Dalam pengobatannya
dapat melakukan mengkonsumsi obat sesuai
dengan resep dokter atau dengan melakukan
terapi.
3. ACA (Anticardiolipin ) atau Pembekuan. Adanya
faktor pembekuan atau penyumbatan pembuluh
darah yang akan menyebabkan pertumbuhan janin
menjadi terhenti sehingga faktor pembekuan akan
mengakibatkan janin tidak berkembang. Penyebab
dari Anticardiolipin atau ACA ini tergantung pada
sistem imun di dalam tubuh. Pada beberapa kasus
penderita ACA, misalnya pada satu keluarga yang
memiliki dua orang anak dimana anak pertama
menderita ACA maka anak ke dua atau selanjutnya
bukan berarti akan memiliki ACA yang tinggi.
Pada kasus ACA, dimana kehamilan dianggap
sebagai musuh sehingga akan membentuk
pembuluh darah dan darah yang membeku ini
akan mengalami penyumbatan daerah daerah yang
terarah pada janin. Sehingga janin secara
langsung tidak mendapatkan suplai makanan,
minuman dan juga oksigen. Apabila jika
ditemukan terjadinya ACA maka harus segera
dilakukan terapi dengan memberikan obat yang
memberikan anti pembekuan darah sehingga
dapat normal kembali. Sedangkan apabila telah
dikondisikan sudah normal kembali maka harus
dilakukan pengawasan yang ketat dan juga terapi
hingga menjelang persalinan.