Terkait masalah kerokan, ibu hamil sebaiknya TIDAK melakukan hal ini. Beberapa masalah yang tidak diinginkan dapat saja terjadi bila ibu hamil memaksakan diri untuk tetap melakukan kerokan. Masalah yang dapat timbul antara lain terjadinya kontraksi dini, bayi prematur, serta meningkatnya risiko infeksi bakteri dan virus.
1. Menyebabkan Kontraksi Dini Kontraksi dini dapat terjadi seketika setelah ibu hamil dikerok. Hal ini karena perubahan hormon di dalam tubuh ibu hamil sebagai respon terhadap reaksi penolakan tubuh terhadap aktivitas gesekan yang terjadi diluar kulit berlangsung dengan sangat cepat. Penolakan tubuh ini diwujudkan dengan produksi zat cytokines yang kemudian memicu pelepasan hormon prostaglandin. Hormon prostaglandin inilah yang menyebabkan kontraksi dini pada rahim. Risiko terjadinya konstraksi dini akibat kerokan umumnya sangat tinggi ketika ibu hamil telah mencapai usia kehamilan trimester tiga.
2. Menyebabkan Bayi Prematur Kerokan pada ibu hamil yang dilakukan dengan intensitas sangat jarang sejatinya hanya menimbulkan kontraksi dini dengan risiko yang masih dapat ditoleransi oleh janin Anda. Namun, bila kerokan dilakukan dengan sering, hal ini berarti kontraksi dini juga akan berlangsung lebih sering. Dengan begitu janin umumnya akan merespon dengan ketidaknormalan yang terjadi dalam pertumbuhannya. Oleh karena itulah maka kerokan bisa saja menyebabkan bayi Anda lahir prematur.
3. Infeksi Bakteri Dan Virus Kerokan membuat pori kulit terbuka lebar untuk beberapa saat. Saat pori tersebut terbuka, angin yang ada dalam tubuh keluar dengan cepat. Namun seiring hal tersebut, bakteri dan virus yang terdapat di sekitar ibu hamil memiliki peluang yang sangat besar untuk dapat masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori tersebut. Infeksi bisa saja menyebabkan penyakit serius, namun hal tersebut tentu sangat bergantung pada jenis mikro organisme, jumlah, dan akumulasinya.