Forum Ibu Hamil dan Kehamilan
Pasang iklan di IbuHamil.com

IbuHamil.com   Forum Ibu Hamil dan Kehamilan > Misc Stuff > Ngobrol Apa Saja



Reply silakan bergabung untuk posting :-)
 
LinkBack Thread Tools
  #1  
Old 17 October 2011, 10:18
kucik2's Avatar
Member Senior
 
Join Date: Sep 2010
Location: bekasi
Posts: 1,315
kucik2 is on a distinguished road
Default tahapan-tahapan persalinan

buat bunda2 yg lagi menunggu hari2 menjelang HPL-nya..ini aq bagi info tentang tahap2 persalinan, mulai dari pertama kali terasa kontraksi hingga selesai persalinan. semoga membantu..!

tahap pertama
bunda akan merasakan dan mengenali kontraksi persalinan yang sesungguhnya, biasanya terjadi setiap 15-20 menit sekali. Keluar lendir di celana dan ketuban bisa pecah atau rembes. Bersiaplah untuk pergi ke rumah sakit, tunggu dan tetap tenang.

Apa yang terjadi?
  • Kontraksi sesungguhnya. Kini bunda bisa merasakan dan mengenali kontraksi persalinan sesungguhnya. Rasanya mirip kejang saat haid. Awalnya kontraksi berlangsung 30 detik dengan jarak teratur, setiap 15-20 menit sekali. Seiring kian dekat proses persalinan, kontraksi berlangsung semakin lama, sering dan kuat. Setiap kali kontraksi, serabut otot rahim memendek. Akibatnya, leher rahim tertarik ke atas. Penarikan “memaksa” leher rahim membuka mulut makin lebar. Itulah yang disebut dilatasi leher rahim atau pembukaan. Tahap pertama persalinan adalah saat leher rahim meregang dan membuka, berlangsung rata-rata 8-10 jam, ada juga yang hingga 24 jam.
  • Ada lendir di celana. Lendir kemerahan atau kecokelatan keluar dari vagina mendahului atau bersamaan dengan kontraksi. Itulah lendir yang semula “menyumbat” leher rahim sejak awal kehamilan. Kini ia terdorong keluar oleh kontraksi.
  • Ketuban bisa pecah/rembes. Umumnya ketuban pecah pada akhir tahap pertama persalinan. Cairan ketuban berwarna putih keruh (mirip air kelapa muda) sebab bercampur lanugo (rambut halus pada janin) dan verniks caseosa (lemak kulit bayi). Berbeda dengan air seni, jumlah cairan banyak dan tidak bisa distop.
Lakukan ini:
  • Alihkan rasa sakit kontraksi dengan melakukan hal yang membuat relaks dan mengalihkan perhatian, misalnya menonton film, membaca buku atau mandi air hangat.
  • Pergi ke rumah sakit sekarang, apalagi bila ketuban sudah pecah dan jarak waktu antar kontraksi sudah 5 menit sekali. Dokter atau bidan akan memeriksa kondisi bunda dan bayi, dan memastikan apakah proses persalinan sudah dimulai dan berapa pembukaan.
  • Bahas rencana persalinan, termasuk pelaksanaan IMD (Inisiasi Menyusu Dini).
  • Tunggu dengan tenang. Berjalan-jalan di sekitar kamar, berbaring setengah duduk, miring ke kiri agar aliran darah ke rahim lebih baik, atau memraktikkan tehnik bernapas saat kontraksi semakin kuat... Ikuti saja insting dan apa yang “diperintahkan” tubuh. Minta obat pereda nyeri kepada dokter? Boleh!
peralihan ke tahap kedua:

Kontraksi kian menjadi berlangsung selama 60-90 detik dengan jarak 2-5 menit. Dokter akan melakukan pemeriksaan dalam. Patuhi saran dokter dan lakukan teknik bernapas panting (bernapas dg teknik: tarik napas pendek, keluarkan lewat mulut. ulangi berkali2 teknik ini). teknik bernapas ini juga bisa dicoba setiap kali dokter/bidan melakukan pemeriksaan dalam (karena pemeriksaan dalam ini dg memasukkan semua jari ke dalam miss V sehingga akan terasa nyeri/ngilu) atau ketika bunda disuntik. aq sempat praktekkan teknik bernapas panting n lumayan mengurangi rasa ngilu/sakit.

Apa yang Bunda alami?
  • Kontraksi kian menjadi. Pada masa peralihan - berakhirnya tahap pertama persalinan dan sebelum dimulainya tahap kedua - kontraksi berlangsung selama 60-90 detik dengan jarak antar kontraksi 2-5 menit.
  • Dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan dalam - colok vagina atau vaginatuse - untuk mengetahui perkembangan pembukaan. Tarik napas dan jangan tegang. Begitu dipastikan leher rahim bunda sudah membuka sempurna (sekitar 10 cm), bunda akan diperbolehkan mulai mengejan.
Bertahan, Bunda. Lakukan ini:
  • Patuhi dokter, yaitu, jangan mengejan sebelum dokter menyuruh bunda mengejan. Bila bunda mengejan sebelum pembukaan lengkap, terjadi pembengkakan atau edema pada mulut rahim yang bisa mempersulit proses persalinan.
  • Bernapas panting (pendek-pendek, napas ditiup dari mulut) saat terasa nyeri kontraksi dan ada dorongan kuat untuk mengejan.
tahap kedua:

Leher rahim telah membuka sempurna. Ada dorongan ingin mengejan dan kepala bayi berangsur-angsur mendekati ‘pintu keluar.’ Dan Bunda pun akan menjadi ibu!

Apa yang terjadi?
  • Pembukaan lengkap. Tahap ini dimulai saat leher rahim membuka sempurna (pembukaan 10) sampai bayi lahir. Lamanya kurang dari satu setengah jam.
  • Ingin Mengejan. Saat pembukaan sempurna, kepala janin turun sampai ke dasar panggul atau masuk jalan lahir. Bunda akan merasakan dorongan kuat untuk mengejan –seperti rasa ingin buang air besar tapi melalui vagina.
  • Kepalanya muncul! Pada setiap kontraksi rahim, dibantu oleh gerakan mendorong dari Bunda, kepala bayi berangsur-angsur bergeser hingga ke dekat “pintu keluar”. Akhirnya, kepalanya tampak menonjol dan meregangkan kulit di daerah perineum (daerah antara vagina dan anus). Keadaan itu disebut crowning. Bunda mungkin akan merasa sensasi rasa terbakar atau tersengat di sana. Bila perlu, dokter akan menyuntikkan obat bius lokal - bila sebelumnya belum diberikan.
  • Dan, dia pun lahir. Seluruh kepala bayi keluar - dia akan segera memalingkan kepalanya ke arah paha Bunda. Kebanyakan wajahnya menghadap ke bawah sehingga bahunya berputar dan mudah lahir. Dengan dorongan Bunda berikutnya, sisa tubuhnya yang lain akan meluncur keluar diikuti keluarnya cairan ketuban. Lega! Inilah momen terindah: bayi lahir dan rasa sakit hilang tidak berbekas!
Bunda sebaiknya:
  • Bersiap dalam posisi mengejan, yaitu berbaring dengan menekuk lutut dan membuka kedua kaki (litotomi). Kedua tangan dapat memeluk paha dengan cara melingkarkannya ke bawah paha sampai siku, kemudian menariknya ke arah dada. Mengejan juga dapat dilakukan dengan berbaring miring, baik pada sisi kiri atau kanan, serta jongkok (squatting atau semi squatting position).
  • Kerahkan tenaga untuk membantu mendorong bayi keluar melalui lintasan yang terbentuk oleh rahim dan saluran kemaluan.
  • Ikuti panduan dokter, mengejan dilakukan saat kontraksi mencapai puncak. Bila Bunda tidak bisa merasakan sakit saat kontraksi, misalnya karena pengaruh obat analgesi (mati rasa), ikuti petunjuk dokter. Dia akan meminta Bunda menarik napas dalam, menahan dengan mulut tertutup, lalu mengejan ke arah bawah dengan panggul tetap menempel di atas ranjang. Saat mengejan, letakkan dagu di dada, agar Bunda bisa melihat perut.
  • Perlambat atau hentikan mengejan saat kepala bayi menonjol untuk mencegah atau meminimalkan robekan perineum. Dokter akan meminta Bunda bernapas panting.
  • Hemat tenaga untuk mengejan, karena biasanya dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya dengan tidak berteriak-teriak.
  • Siap-siap IMD. Segera setelah bayi lahir, dokter akan memeriksa dan mempersiapkannya melakukan IMD.
tahap ketiga:

Plasenta dan kantung ketuban kosong akan keluar dengan sendirinya. Lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) karena semakin cepat ASI diberikan pada bayi, semakin lancar proses menyusui selanjutnya.

Apa yang terjadi?
  • Plasenta dan kantung ketuban kosong akan lahir sendiri. Plasenta keluar lebih dulu, lengkap dengan bagian sisi yang terikat ke tali pusat. Bila perlu, dokter mempercepat dengan suntikan perangsang kontraksi rahim. Proses kelahiran plasenta secara alami terjadi 20-60 menit setelah bayi lahir, sedangkan yang dibantu obat antara 5-10 menit. Upaya merangsang kontraksi rahim dengan obat, dapat mengurangi pendarahan, sebab suntikan membuat rahim berkontraksi lebih kuat sehingga pembuluh darah akan terjepit di antara serabut otot-ototnya.
  • Bunda takjub pada bayi. Tahap ketiga persalinan mungkin tidak bunda sadari, sebab terfokus pada si kecil dan diliputi rasa bahagia, bangga dan lega. Selain itu, tahap ini tidak sakit.
Bunda sebaiknya:
  • Pilih cara melahirkan plasenta, apakah alami atau dibantu obat - beritahukan pilihan Bunda pada dokter sedini mungkin.
  • Lakukan IMD, karena semakin cepat ASI diberikan pada bayi, semakin lancar proses menyusui selanjutnya.
  • Jalani rawat inap (kalo bisa, sebelum memutuskan bersalin dimana, bunda tanya2 apakah klinik bersalin/RS menyediakan fasilitas rawat gabung ibu dan bayi. tapi kalopun ga ada, jangan berkecil hati juga. ga rawat gabung pun bunda bisa menyusui bayi sepuas hati n kapanpun bunda mau dg 'rela' berjalan sedikit ke kamar bayi. itung2 olahraga kaki setelah bersalin..) Setelah persalinan selesai, Bunda dibawa ke ruang pemulihan, lalu dipindahkan ke ruang rawat inap. Lama tinggal di rumah sakit tergantung kondisi kesehatan Bunda.
  • Bunda telah menyelesaikan tugas unik dan menakjubkan!
 
  #2  
Old 24 October 2011, 15:54
Member baru
 
Join Date: Apr 2011
Posts: 19
trisuci is on a distinguished road
Default

nice info bun ^_^
 
  #3  
Old 2 November 2011, 13:42
Member
 
Join Date: Oct 2011
Posts: 31
Lovedi is on a distinguished road
Default

Trims infonya bunda. . .
 
  #4  
Old 3 November 2011, 10:15
Member baru
 
Join Date: Nov 2011
Posts: 3
cutezriyani27 is on a distinguished road
Default

Wowwwww....
 
Reply silakan bergabung untuk posting :-)
Thread Tools


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
tanda dimulai persalinan? indayani Diskusi Umum 4 14 September 2011 11:29
Persiapan persalinan cutencuex Diskusi Umum 1 15 August 2011 09:16
biaya persalinan rien Diskusi Umum 4 5 January 2011 07:42
resiko persalinan caesar nabilmom Diskusi Umum 2 2 January 2011 15:35
Persalinan normal dg plasenta(ari-ari) dibawah opix_manis Diskusi Umum 7 28 June 2010 17:37


Zona waktu GMT +7. Waktu saat ini adalah 22:25.


IbuHamil.com Powered by vBulletin®
Copyright ©2000 - 2012, Jelsoft Enterprises Ltd.
Content Relevant URLs by vBSEO ©2009, Crawlability, Inc.